Oli Kapal

Oli Kapal: Apa yang Perlu Anda Ketahui

Oli kapal adalah salah satu komponen penting dalam operasional mesin kapal. Pelumas kapal berfungsi sebagai pelumas, pendingin, pembersih, dan pelindung mesin kapal dari kerusakan akibat gesekan, panas, karat, dan kontaminasi. Oleh karena itu, pemilihan oli kapal yang tepat sangat berpengaruh terhadap kinerja dan efisiensi mesin kapal.

Namun, tidak semua oli kapal memiliki kualitas dan karakteristik yang sama. Ada beberapa jenis oli kapal yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin kapal. Selain itu, ada juga beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih oli kapal yang baik, seperti total base number (TBN), kekentalan, dan kejernihan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai pengertian, fungsi, jenis-jenis, kriteria, cara memilih, dan distributor oli kapal terpercaya di Indonesia. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang oli kapal.

Pengertian Oli Kapal

Oli kapal adalah cairan pelumas yang digunakan untuk melumasi bagian-bagian mesin kapal yang bergerak dan bersinggungan. Oli kapal juga berfungsi sebagai pendingin yang mengurangi panas yang dihasilkan oleh gesekan antara permukaan logam. Selain itu, oli kapal juga berfungsi sebagai pembersih yang mengangkut kotoran dan kontaminasi dari mesin kapal. Oli kapal juga berfungsi sebagai pelindung yang mencegah korosi dan oksidasi pada mesin kapal.

Oli kapal biasanya terbuat dari minyak bumi atau minyak sintetis yang dicampur dengan bahan aditif tertentu. Bahan aditif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan performa oli kapal, seperti antioksidan, antikarat, antibusuk, deterjen, dispersan, antiwear, dll.

Fungsi Oli Kapal

Oli kapal memiliki beberapa fungsi utama dalam operasional mesin kapal, yaitu:

  • Melumasi. Fungsi ini adalah fungsi utama dari oli kapal. Oli kapal melumasi bagian-bagian mesin kapal yang bergerak dan bersinggungan, seperti piston, silinder, poros engkol, bantalan, dll. Dengan melumasi permukaan logam tersebut, oli kapal mengurangi gesekan dan menghemat energi. Selain itu, oli kapal juga mengurangi keausan dan kerusakan pada komponen mesin.
  • Mendinginkan. Fungsi ini adalah fungsi kedua dari oli kapal. Oli kapal mendinginkan mesin kapal dengan cara mengambil panas yang dihasilkan oleh gesekan antara permukaan logam dan menghantarkannya ke sistem pendinginan. Dengan mendinginkan mesin kapal, oli kapal menjaga suhu mesin kapal tetap optimal dan mencegah overheating.
  • Membersihkan. Fungsi ini adalah fungsi ketiga dari oli kapal. Oli kapal membersihkan mesin kapal dengan cara mengangkut kotoran dan kontaminasi yang terbentuk akibat proses pembakaran, seperti jelaga, karbon, asam, air, dll. Oli kapal juga mengandung bahan aditif deterjen dan dispersan yang membantu membersihkan dan mencegah pengendapan kotoran pada mesin kapal. Dengan membersihkan mesin kapal, oli kapal menjaga kebersihan dan efisiensi mesin kapal.
  • Melindungi. Fungsi ini adalah fungsi keempat dari oli kapal. Oli kapal melindungi mesin kapal dengan cara mencegah korosi dan oksidasi pada permukaan logam. Oli kapal juga mengandung bahan aditif antioksidan, antikarat, antibusuk, dll yang membantu melindungi mesin kapal dari kerusakan akibat reaksi kimia. Dengan melindungi mesin kapal, oli kapal menjaga keawetan dan kualitas mesin kapal.

Jenis-Jenis Oli Kapal

Oli kapal memiliki beberapa jenis yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin kapal. Jenis-jenis oli kapal yang umum digunakan dalam industri pelayaran adalah:

Heavy Fuel Oil (HFO)

HFO adalah jenis oli kapal yang terbuat dari residu penyulingan minyak bumi. Pelumas HFO memiliki kandungan belerang tinggi, viskositas tinggi, dan nilai kalori rendah. HFO biasanya digunakan untuk mesin diesel berkecepatan rendah yang memiliki sistem pemanas dan penyaringan khusus. HFO adalah jenis oli kapal yang paling murah dan paling banyak digunakan dalam industri pelayaran.

Baca juga :   Oli Mesin Kompresor

Marine Diesel Oil (MDO)

MDO adalah jenis oli kapal yang terbuat dari campuran minyak diesel dan residu penyulingan minyak bumi. MDO memiliki kandungan belerang sedang, viskositas sedang, dan nilai kalori sedang. Pelumas MDO biasanya digunakan untuk mesin diesel berkecepatan sedang yang tidak memerlukan sistem pemanas dan penyaringan khusus. MDO adalah jenis oli kapal yang lebih mahal dan lebih berkualitas daripada HFO.

Marine Gas Oil (MGO)

MGO adalah jenis oli kapal yang terbuat dari minyak diesel murni tanpa campuran residu penyulingan minyak bumi. MGO memiliki kandungan belerang rendah, viskositas rendah, dan nilai kalori tinggi. Pelumas MGO biasanya digunakan untuk mesin diesel berkecepatan tinggi yang memerlukan sistem pemanas dan penyaringan minimal. MGO adalah jenis oli kapal yang paling mahal dan paling berkualitas daripada HFO dan MDO.

Kriteria Oli Kapal yang Baik

Oli kapal yang baik harus memenuhi beberapa kriteria yang berkaitan dengan kualitas dan performanya dalam melumasi, mendinginkan, membersihkan, dan melindungi mesin kapal. Beberapa kriteria oli kapal yang baik adalah:

Total Base Number (TBN)

TBN adalah ukuran kemampuan oli kapal untuk menetralkan asam-asam yang terbentuk akibat pembakaran bahan bakar yang mengandung belerang. Asam-asam ini dapat menyebabkan korosi pada mesin kapal jika tidak dinetralisir oleh oli kapal. TBN diukur dengan satuan mg KOH/g oli. Semakin tinggi TBN, semakin besar kemampuan oli kapal untuk menetralkan asam-asam tersebut.

TBN oli kapal harus disesuaikan dengan kadar belerang bahan bakar yang digunakan. Semakin tinggi kadar belerang bahan bakar, semakin tinggi TBN oli kapal yang dibutuhkan. Secara umum, TBN oli kapal harus lebih besar daripada 0,5 kali kadar belerang bahan bakar.

Kekentalan

Kekentalan adalah ukuran ketebalan atau resistensi aliran oli kapal. Nyatanya Kekentalan oli kapal berpengaruh terhadap fungsi pelumasan dan pendinginan oli kapal. Pemilihan Kekentalan oli kapal harus disesuaikan dengan suhu dan kecepatan mesin kapal. Semakin tinggi suhu dan kecepatan mesin kapal, semakin rendah kekentalan oli kapal yang dibutuhkan. Secara umum, kekentalan oli kapal harus berada dalam rentang 10-20 cSt pada suhu 100°C.

Kekentalan oli kapal diukur dengan satuan cSt (centistoke) atau mm2/s (milimeter persegi per detik). Kekentalan oli kapal dapat berubah akibat pengaruh suhu, tekanan, dan kontaminasi. Oleh karena itu, kekentalan oli kapal harus dipantau secara berkala dengan menggunakan viskometer.

Kejernihan

Kejernihan adalah ukuran keterbacaan atau transparansi oli kapal. Faktanya Kejernihan oli kapal berpengaruh terhadap fungsi pembersihan dan pelindungan oli kapal. Kualitas Kejernihan oli kapal dapat menurun akibat adanya kotoran dan kontaminasi yang terbawa oleh oli kapal, seperti jelaga, karbon, asam, air, dll.

Kejernihan oli kapal dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut turbidimeter. Turbidimeter mengukur jumlah cahaya yang dipantulkan oleh partikel-partikel yang terdapat dalam oli kapal. Semakin banyak partikel-partikel tersebut, semakin rendah kejernihan oli kapal.

Kejernihan oli kapal harus dipertahankan pada tingkat yang tinggi agar oli kapal dapat membersihkan dan melindungi mesin kapal dengan baik. Jika kejernihan oli kapal menurun di bawah batas yang ditentukan, maka oli kapal harus diganti atau difilter.

Cara Memilih Oli Kapal yang Sesuai

Memilih oli kapal yang sesuai adalah salah satu hal yang penting dalam operasional mesin kapal. Oli kapal yang sesuai akan meningkatkan kinerja dan efisiensi mesin kapal, serta mengurangi biaya perawatan dan perbaikan mesin kapal. Berikut adalah beberapa cara memilih oli kapal yang sesuai:

Baca juga :   Oli Hidrolik Terbaik

Menyesuaikan dengan Spesifikasi Mesin

Cara pertama memilih oli kapal yang sesuai adalah menyesuaikan dengan spesifikasi mesin kapal yang digunakan. Spesifikasi mesin kapal meliputi jenis, kecepatan, suhu, tekanan, bahan bakar, dll. Setiap spesifikasi mesin kapal membutuhkan jenis dan kriteria oli kapal yang berbeda.

Sebagai contoh, mesin diesel berkecepatan rendah yang menggunakan bahan bakar HFO membutuhkan jenis oli kapal HFO dengan TBN tinggi, kekentalan tinggi, dan kejernihan tinggi. Sedangkan mesin diesel berkecepatan tinggi yang menggunakan bahan bakar MGO membutuhkan jenis oli kapal MGO dengan TBN rendah, kekentalan rendah, dan kejernihan rendah.

Untuk mengetahui spesifikasi mesin kapal dan jenis serta kriteria oli kapal yang sesuai, Anda dapat mengacu pada buku manual atau panduan operasional mesin kapal yang disediakan oleh produsen atau pabrikan mesin kapal.

Memeriksa Kualitas Oli Kapal

Cara kedua memilih oli kapal yang sesuai adalah memeriksa kualitas oli kapal sebelum digunakan. Kualitas oli kapal dapat dilihat dari warna, bau, tekstur, dan label oli kapal. Oli kapal yang berkualitas harus memiliki warna cerah, bau segar, tekstur halus, dan label lengkap.

Warna oli kapal dapat menunjukkan kandungan belerang, jelaga, karbon, asam, air, dll dalam oli kapal. Oli kapal yang berkualitas harus memiliki warna cerah atau bening tanpa ada endapan atau keruh. Jika warna oli kapal gelap atau hitam, maka itu menunjukkan bahwa oli kapal sudah terkontaminasi atau teroksidasi.

Bau oli kapal dapat menunjukkan kandungan asam atau bahan kimia lainnya dalam oli kapal. Oli kapal yang berkualitas harus memiliki bau segar atau netral tanpa ada aroma asam atau busuk. Jika bau oli kapal asam atau busuk, maka itu menunjukkan bahwa oli kapal sudah terdegradasi atau terkontaminasi.

Tekstur oli kapal dapat menunjukkan kandungan kotoran, air, atau bahan aditif dalam oli kapal. Oli kapal yang berkualitas harus memiliki tekstur halus atau licin tanpa ada gumpalan, endapan, atau busa. Jika tekstur oli kapal kasar, lengket, atau berbusa, maka itu menunjukkan bahwa oli kapal sudah tercemar atau tercampur dengan air.

Label oli kapal dapat menunjukkan spesifikasi, kriteria, dan merek oli kapal. Oli kapal yang berkualitas harus memiliki label lengkap yang mencantumkan jenis, TBN, kekentalan, kejernihan, bahan aditif, tanggal produksi, tanggal kadaluarsa, dll. Oli kapal yang berkualitas juga harus memiliki merek yang terkenal dan terpercaya.

Untuk memeriksa kualitas oli kapal sebelum digunakan, Anda dapat melakukan pengujian fisik dengan menggunakan alat-alat seperti viskometer, turbidimeter, pH meter, dll. Anda juga dapat melakukan pengujian kimia dengan menggunakan laboratorium atau kit pengujian oli kapal.

Membandingkan Harga dan Ketersediaan Oli Kapal

Cara ketiga memilih oli kapal yang sesuai adalah membandingkan harga dan ketersediaan oli kapal di pasaran. Harga dan ketersediaan oli kapal dapat berbeda-beda tergantung pada jenis, kriteria, merek, dan lokasi oli kapal. Anda harus memilih oli kapal yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan Anda.

Secara umum, harga oli kapal berbanding lurus dengan kualitas dan performa oli kapal. Oli kapal yang memiliki jenis, TBN, kekentalan, kejernihan, dan bahan aditif yang lebih baik biasanya memiliki harga yang lebih tinggi daripada oli kapal yang sebaliknya. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti spesifikasi mesin kapal, bahan bakar yang digunakan, frekuensi penggantian oli kapal, dll.

Baca juga :   Cara Ganti Oli Mesin Kapal

Ketersediaan oli kapal juga dapat mempengaruhi pilihan Anda dalam memilih oli kapal yang sesuai. Oli kapal yang jarang tersedia di pasaran mungkin sulit untuk didapatkan atau membutuhkan waktu yang lama untuk dikirim. Oleh karena itu, Anda harus memilih oli kapal yang mudah ditemukan di pasaran atau memiliki distributor resmi di lokasi Anda.

Untuk membandingkan harga dan ketersediaan oli kapal di pasaran, Anda dapat melakukan riset online dengan menggunakan mesin pencari seperti Bing atau Google. Anda juga dapat menghubungi distributor atau supplier oli kapal terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Kesimpulan dan Saran

Oli kapal adalah salah satu komponen penting dalam operasional mesin kapal. Oli kapal berfungsi sebagai pelumas, pendingin, pembersih, dan pelindung mesin kapal dari kerusakan akibat gesekan, panas, karat, dan kontaminasi. Oleh karena itu, pemilihan oli kapal yang tepat sangat berpengaruh terhadap kinerja dan efisiensi mesin kapal.

Ada beberapa jenis oli kapal yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin kapal, yaitu HFO, MDO, dan MGO. Ada juga beberapa kriteria oli kapal yang baik, yaitu TBN, kekentalan, dan kejernihan. Beberapa cara memilih oli kapal yang sesuai, yaitu menyesuaikan dengan spesifikasi mesin, memeriksa kualitas oli kapal, dan membandingkan harga dan ketersediaan oli kapal.

Ada juga beberapa distributor oli kapal terpercaya di Indonesia, yaitu Specta Lubricants, Velasco Indonesia, dan Jaya Dipa Perkasa. Anda dapat mengunjungi situs web mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk dan layanan mereka.

Demikianlah artikel kami tentang oli kapal. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang oli kapal. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel kami.

FAQ

Q: Apa itu oli kapal?

A: Oli kapal adalah cairan pelumas yang digunakan untuk melumasi, mendinginkan, membersihkan, dan melindungi mesin kapal dari kerusakan akibat gesekan, panas, karat, dan kontaminasi.

Q: Apa saja jenis-jenis oli kapal?

A: Jenis-jenis oli kapal yang umum digunakan dalam industri pelayaran adalah HFO (Heavy Fuel Oil), MDO (Marine Diesel Oil), dan MGO (Marine Gas Oil).

Q: Apa saja kriteria oli kapal yang baik?

A: Kriteria oli kapal yang baik adalah TBN (Total Base Number), kekentalan, dan kejernihan.

Q: Bagaimana cara memilih oli kapal yang sesuai?

A: Cara memilih oli kapal yang sesuai adalah menyesuaikan dengan spesifikasi mesin kapal, memeriksa kualitas oli kapal, dan membandingkan harga dan ketersediaan oli kapal.

Q: Siapa saja distributor oli kapal terpercaya di Indonesia?

A: Distributor oli kapal terpercaya di Indonesia adalah Dealer Oli, Sokka Mulia, dan Jaya Dipa Perkasa.

Q: Berapa lama umur pakai oli kapal?

A: Umur pakai oli kapal tergantung pada jenis, kriteria, kualitas, kondisi operasional, dan frekuensi penggantian oli kapal. Secara umum, umur pakai oli kapal berkisar antara 500-1000 jam operasional mesin. Namun, Anda harus selalu memantau kondisi oli kapal dengan menggunakan alat-alat pengujian atau laboratorium.

Leave a Comment

WhatsApp WhatsApp us
Open chat
1
Hallo, ada yang bisa kami bantu?
Klik untuk chat via Whatsapp :)