Sae Oli Alat Berat

Sae Oli Alat Berat: Apa Itu, Jenis, dan Cara Memilihnya

Sae Oli Alat Berat | Alat berat adalah mesin yang digunakan untuk melakukan pekerjaan berat seperti mengangkat, mendorong, menggali, atau meratakan tanah. Alat berat biasanya digunakan di sektor konstruksi, pertambangan, pertanian, atau industri. Beberapa contoh alat berat adalah excavator, bulldozer, loader, crane, forklift, dan lain-lain.

Untuk menjaga kinerja dan keawetan alat berat, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan oli yang tepat. Oli adalah cairan yang berfungsi sebagai pelumas, pendingin, pembersih, dan pelindung bagi komponen-komponen mesin alat berat. Oli juga berperan dalam mentransfer tenaga dari mesin ke sistem hidrolik atau transmisi.

Namun, tidak semua oli cocok untuk digunakan pada alat berat. Ada beberapa jenis oli yang memiliki spesifikasi dan kekentalan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan alat berat. Salah satu cara untuk mengenal jenis oli alat berat adalah dengan melihat kode SAE (Society of Automotive Engineers) yang tertera pada kemasan oli.

Apa itu SAE oli alat berat? Bagaimana cara membedakan jenis-jenis oli alat berat berdasarkan kode SAE? Bagaimana cara memilih sae oli alat berat yang tepat untuk alat berat Anda? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu Sae Oli Alat Berat?

Pengertian Sae Oli Alat Berat

Sae oli alat berat adalah kode yang menunjukkan tingkat kekentalan atau viskositas oli alat berat. Kekentalan oli adalah ukuran seberapa mudah atau sulit oli mengalir pada suhu tertentu. Semakin tinggi angka SAE, maka semakin kental oli tersebut. Sebaliknya, semakin rendah angka SAE, maka semakin encer oli tersebut.

Kekentalan oli alat berat sangat penting karena mempengaruhi kemampuan oli untuk melumasi dan mendinginkan komponen mesin. Jika oli terlalu kental, maka oli akan sulit mengalir dan menyebabkan gesekan yang tinggi antara komponen mesin. Jika oli terlalu encer, maka oli akan mudah bocor dan tidak mampu membentuk lapisan pelindung yang cukup antara komponen mesin.

Oleh karena itu, pemilihan sae oli alat berat harus disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan alat berat. Selain itu, perlu juga memperhatikan faktor suhu lingkungan karena suhu dapat mempengaruhi kekentalan oli. Pada suhu tinggi, oli akan menjadi lebih encer, sedangkan pada suhu rendah, oli akan menjadi lebih kental.

Fungsi Oli Alat Berat

Sae oli alat berat memiliki beberapa fungsi utama bagi alat berat, yaitu:

  • Sebagai pelumas,  oli alat berat berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan antara komponen mesin yang bergerak. Dengan demikian, oli alat berat dapat meningkatkan efisiensi dan umur pakai alat berat.
  • Sebagai pendingin, oli alat berat berfungsi untuk menyerap dan mengalirkan panas yang dihasilkan oleh mesin. Dengan demikian, oli alat berat dapat menjaga suhu mesin tetap optimal dan mencegah kerusakan akibat panas berlebih.
  • Sebagai pembersih, oli alat berat berfungsi untuk membersihkan kotoran, debu, karbon, atau partikel lain yang menempel pada komponen mesin. Dengan demikian, oli alat berat dapat menjaga kebersihan dan kesehatan mesin.
  • Sebagai pelindung, oli alat berat berfungsi untuk membentuk lapisan tipis yang melapisi komponen mesin. Lapisan ini dapat mencegah korosi, oksidasi, atau kerak yang dapat merusak mesin. Dengan demikian, oli alat berat dapat melindungi mesin dari kerusakan akibat faktor lingkungan.
Baca juga :   1 Drum Oli Berapa Ton

Jenis-Jenis Oli Alat Berat

Oli alat berat dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu:

Oli Mesin (Engine Oil)

Pelumas mesin adalah jenis oli yang digunakan untuk melumasi dan mendinginkan komponen-komponen mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang menggerakkan alat berat. Oli Pelumas mesin harus memiliki sifat-sifat seperti:

  • Mampu melumasi dengan baik pada suhu tinggi dan tekanan tinggi
  • Mampu mencegah pembentukan kerak atau endapan pada silinder, piston, katup, atau injektor
  • Mampu membersihkan kotoran atau partikel yang masuk ke dalam mesin
  • Mampu melindungi mesin dari korosi atau oksidasi
  • Mampu menjaga viskositasnya pada rentang suhu yang luas

Pelumas mesin memiliki dua klasifikasi utama, yaitu:

Klasifikasi Oli Mesin Berdasarkan Kekentalan (SAE)

Klasifikasi ini didasarkan pada kode SAE yang menunjukkan tingkat kekentalan oli mesin pada suhu tertentu. Kode SAE terdiri dari dua angka yang dipisahkan oleh huruf W (winter). Angka pertama menunjukkan kekentalan oli pada suhu rendah (0°F atau -18°C), sedangkan angka kedua menunjukkan kekentalan oli pada suhu tinggi (210°F atau 100°C).

Contoh kode SAE untuk oli mesin adalah:

  • SAE 10W-30: Oli ini memiliki kekentalan 10 pada suhu rendah dan 30 pada suhu tinggi. Oli ini cocok untuk digunakan pada iklim sedang atau tropis.
  • SAE 15W-40: Oli ini memiliki kekentalan 15 pada suhu rendah dan 40 pada suhu tinggi. Oli ini cocok untuk digunakan pada iklim panas atau ekstrem.
  • SAE 20W-50: Oli ini memiliki kekentalan 20 pada suhu rendah dan 50 pada suhu tinggi. Oli ini cocok untuk digunakan pada iklim sangat panas atau ekstrem.

Oli mesin juga dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan kestabilan oli mesin, yaitu:

  • Oli mesin mineral: Oli ini terbuat dari minyak bumi yang diolah secara fisik dan kimia. Oli ini memiliki harga yang relatif murah, namun memiliki kinerja yang rendah dan mudah menguap pada suhu tinggi.
  • Oli mesin sintetis: Oli ini terbuat dari bahan kimia sintetis yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kinerja oli. Oli ini memiliki harga yang relatif mahal, namun memiliki kinerja yang tinggi dan tahan pada suhu tinggi.
Klasifikasi Oli Mesin Berdasarkan Mutu dan Penggunaan (API)

Klasifikasi ini didasarkan pada kode API (American Petroleum Institute) yang menunjukkan mutu dan penggunaan oli mesin. Kode API terdiri dari dua huruf, yaitu:

  • Huruf pertama menunjukkan jenis mesin, yaitu S untuk mesin bensin (spark ignition) dan C untuk mesin diesel (compression ignition).
  • Huruf kedua menunjukkan tingkat kinerja oli, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, J, K, L, M, N, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, atau Z. Semakin tinggi hurufnya, maka semakin baik kinerjanya.

Contoh kode API untuk oli mesin adalah:

  • API SJ: Oli ini cocok untuk digunakan pada mesin bensin dengan emisi rendah yang dibuat sebelum tahun 2001.
  • API CJ-4: Oli ini cocok untuk digunakan pada mesin diesel dengan emisi rendah yang dibuat setelah tahun 2006.
Baca juga :   Oli Hidrolik Kobelco

Oli Hidrolik (Hydraulic Oil)

Oli hidrolik adalah jenis oli yang digunakan untuk mentransfer tenaga dari mesin ke sistem hidrolik alat berat. Sistem hidrolik adalah sistem yang menggunakan tekanan cairan untuk menggerakkan silinder hidrolik atau motor hidrolik yang menggerakkan komponen-komponen alat berat seperti lengan, bak, roda gigi, atau rem. Oli hidrolik harus memiliki sifat-sifat seperti:

  • Mampu mentransfer tenaga dengan efisien dan akurat pada tekanan tinggi
  • Mampu melumasi dan mendinginkan komponen-komponen sistem hidrolik
  • Mampu mencegah kebocoran atau busa pada sistem hidrolik
  • Mampu melindungi sistem hidrolik dari korosi atau oksidasi
  • Mampu menjaga viskositasnya pada rentang suhu yang luas

Pelumas hidrolik memiliki dua klasifikasi utama, yaitu:

Klasifikasi Oli Hidrolik Berdasarkan Kekentalan (SAE)

Klasifikasi ini didasarkan pada kode SAE yang menunjukkan tingkat kekentalan oli hidrolik pada suhu tertentu. Kode SAE terdiri dari satu angka yang diikuti oleh huruf H (hydraulic). Angka tersebut menunjukkan kekentalan oli hidrolik pada suhu 100°F atau 38°C.

Contoh kode SAE untuk oli hidrolik adalah:

  • SAE 10H: Oli ini memiliki kekentalan 10 pada suhu 38°C. Oli ini cocok untuk digunakan pada sistem hidrolik dengan tekanan rendah atau sedang.
  • SAE 20H: Oli ini memiliki kekentalan 20 pada suhu 38°C. Oli ini cocok untuk digunakan pada sistem hidrolik dengan tekanan sedang atau tinggi.
  • SAE 30H: Oli ini memiliki kekentalan 30 pada suhu 38°C. Oli ini cocok untuk digunakan pada sistem hidrolik dengan tekanan tinggi atau sangat tinggi.
Klasifikasi Oli Hidrolik Berdasarkan Spesifikasi (Caterpillar TO-4 dan TO-4M)

Klasifikasi ini didasarkan pada spesifikasi yang ditetapkan oleh Caterpillar, salah satu produsen alat berat terbesar di dunia. Spesifikasi ini menunjukkan persyaratan kinerja oli hidrolik untuk digunakan pada sistem transmisi dan rem basah alat berat Caterpillar. Spesifikasi ini terdiri dari dua kode, yaitu:

  • TO-4: Transmission Oil-4, spesifikasi untuk oli hidrolik yang digunakan pada sistem transmisi dan rem basah alat berat Caterpillar. Oli ini memiliki tingkat kekentalan yang sesuai dengan kode SAE, yaitu 10W, 30, atau 50.
  • TO-4M: Transmission Oil-4 Modified, spesifikasi untuk oli hidrolik yang digunakan pada sistem transmisi dan rem basah alat berat Caterpillar yang memiliki persyaratan kinerja lebih tinggi. Oli ini memiliki tingkat kekentalan yang sesuai dengan kode SAE, yaitu 10W, 30, atau 60.

Cara Memilih Oli Alat Berat yang Tepat

Untuk memilih oli alat berat yang tepat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Sesuaikan dengan Spesifikasi Alat Berat

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi alat berat yang Anda gunakan. Sebagai pengguna harus mengetahui jenis mesin, sistem hidrolik, sistem transmisi, dan sistem rem basah alat berat Anda. Anda juga harus mengetahui rekomendasi produsen alat berat mengenai jenis, mutu, dan kekentalan oli yang sesuai untuk alat berat Anda. Anda dapat mengecek informasi ini pada buku manual atau katalog alat berat Anda.

Perhatikan Kondisi Lingkungan dan Cuaca

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah kondisi lingkungan dan cuaca tempat Anda menggunakan alat berat. Sebagai Pengguna harus menyesuaikan kekentalan oli dengan suhu lingkungan. Pada suhu tinggi, Anda harus menggunakan oli yang lebih kental agar tidak mudah menguap atau bocor. Pada suhu rendah, Anda harus menggunakan oli yang lebih encer agar tidak sulit mengalir atau membeku.

Baca juga :   Oli Mesin Kompresor

Gunakan Produk yang Berkualitas dan Terpercaya

Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah kualitas dan kepercayaan produk oli yang Anda gunakan. Anda harus menggunakan produk oli yang memiliki sertifikat atau lisensi dari lembaga resmi seperti SAE atau API. Pengguna juga harus menggunakan produk oli yang memiliki merek atau reputasi yang baik di pasaran. Anda dapat mengecek ulasan atau testimoni dari pengguna lain mengenai produk oli yang Anda pilih.

Kesimpulan

Sae oli alat berat adalah kode yang menunjukkan tingkat kekentalan atau viskositas oli alat berat. Oli alat berat memiliki dua jenis utama, yaitu oli mesin dan oli hidrolik. Pelumas mesin digunakan untuk melumasi dan mendinginkan komponen mesin pembakaran dalam, sedangkan oli hidrolik digunakan untuk mentransfer tenaga dari mesin ke sistem hidrolik. Oli mesin dan oli hidrolik memiliki klasifikasi berdasarkan kekentalan (SAE) dan mutu atau penggunaan (API atau Caterpillar). Untuk memilih oli alat berat yang tepat, Anda harus menyesuaikannya dengan spesifikasi alat berat, kondisi lingkungan dan cuaca, serta kualitas dan kepercayaan produk.

FAQ

Q: Apa itu SAE?

A: SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers, yaitu lembaga internasional yang menetapkan standar teknis untuk industri otomotif, termasuk standar kekentalan oli.

Q: Apa itu API?

A: API adalah singkatan dari American Petroleum Institute, yaitu lembaga nasional Amerika Serikat yang menetapkan standar mutu dan penggunaan oli mesin.

Q: Apa itu Caterpillar?

A: Caterpillar adalah salah satu produsen alat berat terbesar di dunia yang berasal dari Amerika Serikat. Caterpillar juga menetapkan spesifikasi khusus untuk oli hidrolik yang digunakan pada sistem transmisi dan rem basah alat beratnya.

Q: Bagaimana cara mengecek kekentalan oli alat berat?

A: Cara paling mudah untuk mengecek kekentalan oli alat berat adalah dengan melihat kode SAE yang tertera pada kemasan oli. Kode SAE menunjukkan angka-angka yang menggambarkan tingkat kekentalan oli pada suhu tertentu.

Q: Bagaimakan cara mengganti oli alat berat?

A: Cara mengganti oli alat berat adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Matikan mesin alat berat dan biarkan oli menjadi dingin
  • Buka tutup tangki oli dan lepaskan baut pembuangan oli
  • Biarkan oli mengalir keluar dari tangki ke dalam wadah yang bersih dan tertutup
  • Bersihkan saringan oli dan ganti dengan yang baru jika perlu
  • Pasang kembali baut pembuangan oli dan isi tangki dengan oli baru sesuai dengan kapasitas dan spesifikasi yang ditentukan
  • Tutup kembali tutup tangki oli dan nyalakan mesin alat berat
  • Periksa apakah ada kebocoran atau masalah lain pada sistem oli

Sekian artikel yang saya tulis tentang sae oli alat berat. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Leave a Comment

WhatsApp WhatsApp us
Open chat
1
Hallo, ada yang bisa kami bantu?
Klik untuk chat via Whatsapp :)